Kartu E-Money Rusak Dapat Diuangkan?

Uang elektronik atau e-money. Salah satu barang yang biasanya dimiliki oleh komuter khususnya di Jabodetabek karena dapat digunakan untuk membayar beberapa mode transportasi (commuter line, transjakarta, dan lain-lain) ataupun transaksi lainnya. Desainnya pun beragam. Tidak hanya desain dari bank penerbitnya saja, tetapi juga desain-desain personal/unik lainnya karena cukup banyak jasa-jasa pencetakan e-money custom. Bahkan kita bisa buat desain sendiri.

Namun, bagaimana kalau e-money yang kita miliki tiba-tiba rusak atau tidak merespon saat melakukan transaksi? Apakah kita masih bisa mencairkan dana atau saldo yang tersisa?

Aplikasi Cek Saldo E-Money

Pada saat awal e-money diluncurkan, kita hanya dapat mengecek dan mengisi saldo dengan mendatangi ATM terdekat. Namun, sekarang kita dapat mengecek dan top-up e-money dengan aplikasi Android yang memiliki fitur NFC. Aplikasinya pun beragam, tidak hanya menggunakan aplikasi dari bank penerbit e-money itu saja, tetapi juga dari aplikasi e-commerce atau bank lainnya, seperti: Tokopedia, Shopee, Oy!, Klik Indomaret, Link Aja, dan lain-lain.

Bagaimana cara cek saldo e-money di smartphone ber-NFC?

Hal yang pertama yang kita lakukanadalah menginstal salah satu aplikasi yang memiliki fitur cek/topup e-money (bisa cek gambar di atas). Aktifkan fitur NFC di smartphone. Dekatkan kartu e-money yang kita miliki ke smartphone tersebut. Kemudian pilih salah satu aplikasi yang muncul untuk mengecek saldo e-money, dan muncullah informasi sisa saldonya.

E-Money Rusak

Ini bukan pertama kalinya e-money yang saya miliki rusak. Beberapa tahun lalu saya juga pernah mengalaminya, kalau tidak salah e-money tersebut tiba-tiba tidak merespon. Saat itu saya sempat mendengar info kalau meletakkan kartu e-money dengan kartu lainnya yang serupa di dalam dompet bisa membuat rusak kartu tersebut. Apa ada yang punya kebenaran informasi mengenai hal ini?

Kali ini e-money saya rusak karena saya sempat menutup dompet dengan paksa yang ternyata kartu tersebut berada di tengah-tengah. Jadinya patah. Padahal e-money edisi khusus Mandiri Jogja Marathon 2017 🙁

Kartu E-Money Rusak Bank Mandiri

Walaupun patah, kartu e-money ini masih sempat berfungsi satu kali untuk bayar parkir, walaupun agak memakan waktu proses transaksinya (tidak seperti biasanya). Tetapi setelah itu, kartu tidak terdeteksi lagi di tempat pembayaran lainnya ataupun via smartphone ber-NFC.

Berhubung kejadian rusak yang pertama sudah cukup lama, jadinya saya lupa persyaratan untuk pencairan saldonya. Supaya tidak bolak-balik ke cabang bank terdekat hanya karena ada persyaratan yang tidak saya bawa, saya coba tanya terlebih dahulu ke akun Twitter @mandiricare via DM, dan ternyata syaratnya sangat mudah, cukup membawa KTP asli dan kartu e-money yang rusak ke cabang bank terdekat. Namun, apabila kita memiliki rekening di bank penerbit e-money tersebut, jangan lupa untuk mengingat nomor rekening (atau membawa kartu ATM) karena nanti sisa dana akan masuk ke rekening kita.

Persyaratan Pencairan Kartu E-Money Rusak Bank Mandiri
persyaratan pencairan saldo e-money rusak

Sesampai di cabang bank terdekat, cukup bilang ke staf yang bertugas kalau kita ingin mencairkan saldo e-money yang rusak. Staf tersebut akan memberikan nomor antrian CSO. Begitu tiba giliran kita, tunjukkan kartu e-money dan KTP asli kita ke CSO. Ada formulir yang perlu kita isi dan tandatangani. Setelah selesai, kita bisa pulang karena proses pencairannya akan memakan waktu paling lambat 2 hari.

Oh iya, kalau e-money yang kita miliki tersebut memiliki desain yang unik atau edisi khusus, jangan lupa untuk mendokumentasikannya sebagai kenang-kenangan, karena kartu e-money yang rusak tersebut diserahkan ke CSO dan akan dipotong 😥

Was this article helpful?
YesNo

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: